Jumat, 31 Juli 2015

Berlalu



                Sejauh perjalanan hidup seseorang pasti telah melalui banyak kisah dan cerita. Ada yang melumar jadi kenangan, dibawa sampai kini dan sementara kita jalani. Pada akhirnya semua akan menuju akhirnya jua. Semua akan indah pada waktunya. Meskipun untuk menjalaninya itu sulit. Ada sebuah kenangan yang susah untuk kita hapuskan begitu saja. Sesuatu yang membawa pengaruh yang besar dan mendominasi hidup kita. Hal yang demikian bukanlah angin yang  bertiup. Seperti saat angin menerpa wajah kita dan berhembus ke segala arah. Terkadang kita menengadahkan tangan ke angkasa, mencoba menggenggam-genggam angin dan merasakannya di telapak tangan kita. Setelah itu, sengaja menaruhnya di tempat yang kita sendiri tahu. Bisakah angin. Ya, itu hanya perumpamaan. Siapapun tak pernah belajar untuk merelakan itu hanya yang seharusnya. Aku hanya merelakan saja. Kata yang ganjil. Selalu begitu, di mana-mana dan pada setiap hati. Kenangan memiliki makna sesuai dengan kadar rasa kita menanggapinya. Makanya kalau ada yang kegalauan mungkin kenangannya yang enggan berlalu. Berlalulah seperti lagu yang mengalun perlahan di benak kita.
Mungkin seharusnya seperti itulah kita mengartikan kenangan. Kalau dipikir-pikir semua orang memiliki kenangan masing-masing. Kalau aku dalam keseharian menyenangi orang yang cute alias calm ulangan terbaik emosi. Ya, mending kalem daripada bertingkah. Tapi lebih bagus bertingkah dibandingkan berdiam diri. Semua itu hal yang membuat kita berbaur dalam euforia di balik kenangan. Kenangan tak selamanya kelam. Yang nuansanya sedih, mengharukan, bikin menangis atau galau. Rasa-rasanya semua orang pernah merasakan juga. Kenangan itu ada yang indah, membahagiakan, bikin ketawa dan mengasyikkan. Kalau diingat kita biasa tertawa sendiri lalu merenungkannya. Kemudian kita merindukan saat-saat itu. Kebanyakan orang seperti itu. Mereka banyak meluapkannya di jejaring sosial yang tersedia di internet seperti facebook, twitter, path ataupun bbm. Aku sendiri sering membaca kalau melotot di depan layar notebook. Kita semua sama di dalam perbedaan. Geser ke atas ke bawah yang dibicarakan beda tipis atau hampir sama. Bedanya hanya permasalahannya sehingga kata-kata mereka tak sama.
Kalau kita membicarakan orang yang dicerita berlalu. Ini yang sekarang kita jalani. Aku merasa berlalu masih kata yang susah. Kalau dicari di KKBI maksud dan arti; berlalu. Di dalam kehidupan nyata pengertiannya akan berlainan. Semua orang memiliki pengertian untuk menanggapi yang ada di sekitarnya. Satu orang dengan orang lain berbeda. Kita tak mungkin mencocokkan pendapat kita dengan pendapat orang lain. Ada kalanya kita perlu menyatukan sebuah pengertian. Oleh karena itu, selain kenangan namun yang bergerak di sekeliling kita sehari-hari di situ kita… berlalu. Berlalu itu bukan tidak berbaur.
Ketemu teman lama yang sama-sama sekolah dulu menyimpan kenangan. Saat kita saling bercerita, menanyakan kondisi dan mengingatkan peristiwa. Membuka kenangan yang paling berkesan bagi hidup kita seperti air di kala dahaga. Aku membuka-buka album foto melihat cerita yang tersimpan di setiap cipratannya. Atau membongkar file yang sudah disave sejak lama. Tentang persahabatan, teman sejawat, kekeluargaan atau selingan kehidupan. Semua itu membuat hati kita senang sedikit haru. Namun bila kenangan itu adalah sesuatu yang menyesakkan tak perlu terus diratapi. Ada kata move on. Kita hanya perlu menghadapinya dengan kerelaan. Just face it, just face it hihihi tiinnngggg. Memang betul, kita akan selalu melangkah ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar