Sejauh
perjalanan hidup seseorang pasti telah melalui banyak kisah dan cerita. Ada
yang melumar jadi kenangan, dibawa sampai kini dan sementara kita jalani. Pada
akhirnya semua akan menuju akhirnya jua. Semua akan indah pada waktunya.
Meskipun untuk menjalaninya itu sulit. Ada sebuah kenangan yang susah untuk
kita hapuskan begitu saja. Sesuatu yang membawa pengaruh yang besar dan
mendominasi hidup kita. Hal yang demikian bukanlah angin yang bertiup. Seperti saat angin menerpa wajah
kita dan berhembus ke segala arah. Terkadang kita menengadahkan tangan ke
angkasa, mencoba menggenggam-genggam angin dan merasakannya di telapak tangan
kita. Setelah itu, sengaja menaruhnya di tempat yang kita sendiri tahu. Bisakah
angin. Ya, itu hanya perumpamaan. Siapapun tak pernah belajar untuk merelakan
itu hanya yang seharusnya. Aku hanya merelakan saja. Kata yang ganjil. Selalu
begitu, di mana-mana dan pada setiap hati. Kenangan memiliki makna sesuai
dengan kadar rasa kita menanggapinya. Makanya kalau ada yang kegalauan mungkin
kenangannya yang enggan berlalu. Berlalulah seperti lagu yang mengalun perlahan
di benak kita.
Mungkin
seharusnya seperti itulah kita mengartikan kenangan. Kalau dipikir-pikir semua
orang memiliki kenangan masing-masing. Kalau aku dalam keseharian menyenangi
orang yang cute alias calm ulangan terbaik emosi. Ya, mending kalem daripada
bertingkah. Tapi lebih bagus bertingkah dibandingkan berdiam diri. Semua itu
hal yang membuat kita berbaur dalam euforia di balik kenangan. Kenangan tak selamanya
kelam. Yang nuansanya sedih, mengharukan, bikin menangis atau galau.
Rasa-rasanya semua orang pernah merasakan juga. Kenangan itu ada yang indah, membahagiakan,
bikin ketawa dan mengasyikkan. Kalau diingat kita biasa tertawa sendiri lalu
merenungkannya. Kemudian kita merindukan saat-saat itu. Kebanyakan orang
seperti itu. Mereka banyak meluapkannya di jejaring sosial yang tersedia di
internet seperti facebook, twitter, path ataupun bbm. Aku sendiri sering
membaca kalau melotot di depan layar notebook. Kita semua sama di dalam
perbedaan. Geser ke atas ke bawah yang dibicarakan beda tipis atau hampir sama.
Bedanya hanya permasalahannya sehingga kata-kata mereka tak sama.
Kalau kita membicarakan orang yang dicerita berlalu. Ini yang
sekarang kita jalani. Aku merasa berlalu masih kata yang susah. Kalau dicari di
KKBI maksud dan arti; berlalu. Di dalam kehidupan nyata pengertiannya akan
berlainan. Semua orang memiliki pengertian untuk menanggapi yang ada di
sekitarnya. Satu orang dengan orang lain berbeda. Kita tak mungkin mencocokkan
pendapat kita dengan pendapat orang lain. Ada kalanya kita perlu menyatukan
sebuah pengertian. Oleh karena itu, selain kenangan namun yang bergerak di
sekeliling kita sehari-hari di situ kita… berlalu. Berlalu itu bukan tidak berbaur.
Ketemu teman lama yang sama-sama sekolah dulu menyimpan kenangan.
Saat kita saling bercerita, menanyakan kondisi dan mengingatkan peristiwa.
Membuka kenangan yang paling berkesan bagi hidup kita seperti air di kala
dahaga. Aku membuka-buka album foto melihat cerita yang tersimpan di setiap
cipratannya. Atau membongkar file yang sudah disave sejak lama. Tentang
persahabatan, teman sejawat, kekeluargaan atau selingan kehidupan. Semua itu
membuat hati kita senang sedikit haru. Namun bila kenangan itu adalah sesuatu
yang menyesakkan tak perlu terus diratapi. Ada kata move on. Kita hanya perlu menghadapinya dengan kerelaan. Just face it, just face it hihihi
tiinnngggg. Memang betul, kita akan selalu melangkah ke depan.

