Selasa, 21 Juli 2015

Dia Zhe


                Aku tidak tahu sedang berada di ruang mana. Mungkin dalam dimensi dan waktu yang tidak pernah kumengerti, entahlah. Ya aku tahu kita sekarang ada di bumi. Planet ketiga dalam sistem tata surya. Hanya ini berbeda yang kurasakan. Ada sesuatu yang lain dari biasanya. Dari hari-hari yang lalu, sebulan, semusim kalau judul sebuah lagu. Tahun-tahun terakhir memang ada yang berubah. Aku kira selalu demikian saat kita mengalami proses kehidupan di bawah payung langit Tuhan yang sama. Aku merasa aneh, aneh sendiri ah tidak. Mungkin otakku hanya sedikit load. Namun aku bisa memaknainya seperti namamu. Zhe. Bukan baru hari ini kemarin juga aku mengalaminya. Seperti lagu yang sering kita nyanyikan bersama (dalam khayalan) hihihi. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Terus, hal yang tak mudah merubah jadi indah. Mungkin itulah yang terjadi sekarang di hadapanku dan berbaur denganku.

                Bumi semakin tua. Seperti proses metamorphosis kupu-kupu begitulah siklus hidup yang terus bergulir. Ujungnya memang menutup mata. Tapi dalam prosesnya kita mengalami banyak hal yang membentuk  diri . Terkadang aku merasa kerdil. Betul. Saat terjatuh, bersedih, tersisih, terbuang dan menangis. Hati menjadi mengerucut seperti fitrahnya seorang manusia. Aku tahu kita memiliki keterbatasan dan memiliki yang tidak terbatas. Tapi daripada mengakui semua itu lebih baik membesarkan diri sendiri. Aku rasa lebih dewasa membuat hati kita mengerti bahwa tak selamanya kita senang. Bumi semakin tua dan waktu terus berdenting. Kalau aku tidak tahu hari ini bisa saja besok aku tahu tapi semua itu relatif. Kata relatif yang harus kita cernah sebaik mungkin. Kata itu susah. Serumit mengetahui esok hari akan seperti apa. Tuhan maha mengetahui sedangkan manusia bahkan tidak tahu alat pencernaannya sedang bekerja. Tetap kalem seperti apa adanya dirimu >.^

                Dia Zhe moodbooster hihihi. Everybody knew to feel glad. Bersama teman, misalnya. Atau handout bisa juga chattingan di rumah. Yang penting kita senang. Itulah moodboster yang akan selalu direngkuh saat-saatnya. Aku selalu terkesan dengan mereka yang penggila sosmed. Berbagai akun, blogger atau alamat link lainnya pasti ada cirinya masing-masing. Kalau kamu bertanya kenapa maka jawabannya karena itu moodbosternya. Makanya dia menjadi lain dari siapa-siapa. Moodbooster itu layaknya jiwa yang menyemangati kamu. Tapi adakalanya juga kita menikmatinya sendiri sementara di sekitaran kita hidup seperti biasa. Aku merasa mati. Anehnya kita berada di ruang yang sama meskipun beragam. Setiap orang akan mempertahankan yang dianggapnya betul. Aku juga memiliki opini. Namun mempertemukan pendapat kita dengan pendapat orang lain seperti sebutir pasir dalam sewadah air. Terlihat begitu kecil pada diri kita yang megah. Kebalikannya kita terlalu besar bila seukuran pasir itu. So, why look kan lucu.

                Aku tahu ada beberapa hal yang tidak bisa diubah. Pada orang lain, yang terjadi di sekeliling kita baik dalam diri sendiri. Tapi betapapun itu kita selalu tahu cara berpasrah. Akan selalu ada jalan seperti celah di tembok. Dari celah itulah cahaya matahari dari luar dapat tembus masuk ke dalam. Walaupun tidak semua hal akan terasa mudah. Memang selalu ada rintangan dan halangan yang menerpa jalan kita. Moodbooster berfungsi di sini jrengg jrengg. Memberi asupan kebahagiaan sehingga kita bisa merasa sedikit lega. Terkadang moodbooster itu tidak harus berwujud nyata. Bisa dilihat, bisa diraba dan dirasa hihihi. Tapi aku yakin kalau senyum tidak bisa dikatupkan. Moodbooster itu penyemangat yang memberi arti saat orang lain tidak memahami. M O O D B O O S T E R. Sahabat, teman, keluarga, hobi ataupun kesenangan.  

                Moodbooster itu paling manjur kalau kita nih butuh-butuhnya penyemangat. Seperti suatu dorongan untuk berbuat sesuatu. Saat kita memulainya, melakukannya sampai mencapai akhir. Ada dukungan moril khusus karena moodbooster. Yang penting kita tidak sibuk sendiri tanda kutip hihihi. Bagi yang memiliki semacam moodbooster hingga artis idolanya mending pintar-pintar menempatkannya. Biasanya terlalu condong pada moodbooster membuat kita lupa dengan sekeliling. Jatuhnya itu keasyikan dengan dunianya masing-masing. Moodbooster itu melen gkapi apa yang ingin kita do that. Oleh karena itu, jangan heran bila melihat ia yang senang melakukan suatu hal. Begitulah moodbooster merengkuh kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar