Sebelum
memulai tulisan ini, aku tak bermaksud untuk mengaitkan dengan apapun. Jangan
berprasangka yach>.^
Perempuan
Beberapa hari yang lalu maulid Nabi>.^
shalawat ke atas Nabi, Allahumma Salli ala Sayyidina Muhammad wa ala Ali
Sayyidina Muhammad. Tak terbayangkan apa yang dilakukan Rasulullah untuk
memperbaiki akhlak di muka bumi. Lalu seperti apa akhlak Rasulullah sendiri, Rasulullah
adalah al-quran berjalan. Dalam buku karya Michael H. Hart, the 100 yang memuat
100 tokoh yang menurutnya memiliki pengaruh paling besar dan paling kuat dalam
sejarah maka Nabi Muhammad SAW berada pada urutan teratas. Pada suatu riwayat yang
menceritakan Rasulullah didatangi oleh seseorang yang bertanya tentang kepada siapa
harus kita berbakti pertama kali. Kemudian dijawab ibu, ibu, ibu, setelah itu
baru ayah. Betapa mulianya seorang ibu sampai disebut sebanyak tiga kali oleh
Rasulullah, sedangkan ayah hanya satu kali. Ibu adalah perempuan, artinya kaum
perempuan memiliki kemuliaan dibanding kaum laki-laki.
Ada seseorang yang rupa dan akhlaknya
seperti Nabi Muhammad SAW. Benar, dia pun perempuan yang tak lain adalah Fatimah
Az Zahra. Perempuan lagi haha>.^ Surga ada di bawah telapak kaki ibu
sehingga sangat pantas anak berbakti kepada orang tuanya, terutama ibunya. Ibu
bukan lelaki, tuh kan perempuan lagi haha>.^ Sekarang sudah berlaku
kesetaraan gender sehingga laki-laki dan perempuan disamakan. Tapi pernah suatu
masa, kaum perempuan dianggap sangat rendah. Perempuan dikubur hidup-hidup pada
masa jahiliyah karena kebencian mereka kepada perempuan. Perempuan yang tidak meninggal setelah dikubur akan hidup
menderita karena dihinakan, ditindas, didzalimi dan segala perbuatan jahiliyah lainnya
yang membuat hidup perempuan menjadi kelam. Kemudian Islam mengangkat kedudukan
perempuan menjadi mulia dan terhormat.
Hey, laki-laki perhatikanlah
perempuan>.^ perempuan hanya lemah dari segi fisik tapi mereka makhluk yang
tegar. Perempuan mengurus rumah tangga selain berkarir dalam pekerjaan mereka.
Perjuangan mereka sulit tapi kaum perempuan tidak pantang menyerah. Bahkan,
laki-laki pun dilahirkan oleh seorang perempuan. Sehingga ridha Allah ada pada
ridha orang tua. Maka sudah seharusnya kita menghormati orang tua karena tanpa
mereka kita tidak akan bisa seperti sekarang. Tanpa ibu, tiadalah kita>.^ Eh,
ibu adalah perempuan. Tuh kan, perempuan lagi._. haha>.^ Ok kalau begitu,
tanpa ayah aku tidak akan bisa menulis untaian kata ini dan bila ada yang
berkenan maka dia tidak akan bisa membaca tulisanku. Yuk ucapkan bersama-sama
dengan hati yang gembira, ayah ibu semoga segala kebaikan selalu menyertaimu>.^