Sabtu, 18 Januari 2014


Sebelum memulai tulisan ini, aku tak bermaksud untuk mengaitkan dengan apapun. Jangan berprasangka yach>.^


Perempuan


                Beberapa hari yang lalu maulid Nabi>.^ shalawat ke atas Nabi, Allahumma Salli ala Sayyidina Muhammad wa ala Ali Sayyidina Muhammad. Tak terbayangkan apa yang dilakukan Rasulullah untuk memperbaiki akhlak di muka bumi. Lalu seperti apa akhlak Rasulullah sendiri, Rasulullah adalah al-quran berjalan. Dalam buku karya Michael H. Hart, the 100 yang memuat 100 tokoh yang menurutnya memiliki pengaruh paling besar dan paling kuat dalam sejarah maka Nabi Muhammad SAW berada pada urutan teratas. Pada suatu riwayat yang menceritakan Rasulullah didatangi oleh seseorang yang bertanya tentang kepada siapa harus kita berbakti pertama kali. Kemudian dijawab ibu, ibu, ibu, setelah itu baru ayah. Betapa mulianya seorang ibu sampai disebut sebanyak tiga kali oleh Rasulullah, sedangkan ayah hanya satu kali. Ibu adalah perempuan, artinya kaum perempuan memiliki kemuliaan dibanding kaum laki-laki.
          Ada seseorang yang rupa dan akhlaknya seperti Nabi Muhammad SAW. Benar, dia pun perempuan yang tak lain adalah Fatimah Az Zahra. Perempuan lagi haha>.^ Surga ada di bawah telapak kaki ibu sehingga sangat pantas anak berbakti kepada orang tuanya, terutama ibunya. Ibu bukan lelaki, tuh kan perempuan lagi haha>.^ Sekarang sudah berlaku kesetaraan gender sehingga laki-laki dan perempuan disamakan. Tapi pernah suatu masa, kaum perempuan dianggap sangat rendah. Perempuan dikubur hidup-hidup pada masa jahiliyah karena kebencian mereka kepada perempuan. Perempuan yang  tidak meninggal setelah dikubur akan hidup menderita karena dihinakan, ditindas, didzalimi dan segala perbuatan jahiliyah lainnya yang membuat hidup perempuan menjadi kelam. Kemudian Islam mengangkat kedudukan perempuan menjadi mulia dan terhormat.
          Hey, laki-laki perhatikanlah perempuan>.^ perempuan hanya lemah dari segi fisik tapi mereka makhluk yang tegar. Perempuan mengurus rumah tangga selain berkarir dalam pekerjaan mereka. Perjuangan mereka sulit tapi kaum perempuan tidak pantang menyerah. Bahkan, laki-laki pun dilahirkan oleh seorang perempuan. Sehingga ridha Allah ada pada ridha orang tua. Maka sudah seharusnya kita menghormati orang tua karena tanpa mereka kita tidak akan bisa seperti sekarang. Tanpa ibu, tiadalah kita>.^ Eh, ibu adalah perempuan. Tuh kan, perempuan lagi._. haha>.^ Ok kalau begitu, tanpa ayah aku tidak akan bisa menulis untaian kata ini dan bila ada yang berkenan maka dia tidak akan bisa membaca tulisanku. Yuk ucapkan bersama-sama dengan hati yang gembira, ayah ibu semoga segala kebaikan selalu menyertaimu>.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar