Pelangi Seusai Hujan
Dari sekian banyak suasana mungkin aku paling akrab dengan keheningan. Kemana-mana suka sendiri. Ya, karena aku memang suka sendiri. Bukannya suka kesunyian apalagi kesepian. Kesepian bisa membuat orang bersedih, meratapi keadaan bahkan menangis semalaman. Kesepian jarang membuat kita merasa senang. Ach.. aku pun seringkali dihinggapi oleh rasa itu. Membuatku susah bernafas namun anehnya aku tetap menikmatinya. Aku hanya suka dengan suasana hening yang tenang, damai dan tidak ribut. Aku memiliki dua orang teman yang sering menemaniku kemana-mana. Seorang adalah teman kelasku dan seorang lagi dari kelas lain tapi masih seangkatan denganku. Kami semua mahasiswa Pend. Matematika di UIN Alauddin Makassar. Kampus besar nan luas yang berada di Samata. Ingatanku masih segar saat hari pertama kuliah perdana di kampus hijau itu. Belum memiliki kendaraan pribadi dan sangat mungkin dibodoh-bodohi oleh senior, hahaha. Dari segi penampilan dari dulu sampai sekarang tidak banyak yang berubah. Aku selalu tampil seadanya yang penting rapi dan enak dipandang. Pete-pete kampus yang memiliki rute dari kampus 1 yang sering mengantarku menuntut ilmu. Sesering apapun naik pete-pete namun aku tetap merasa pusing. Apalagi tahun -tahun pertama perkuliahan.
Saat terbiasa
bersama teman-teman maka saat sendiri akan terasa susah. Lagipula tidak banyak
orang yang suka menyepi kecuali yang memang menyenanginya. Aku, hahaha. Setiap
orang berbeda lach. Tapi ada saatnya juga aku merasa tidak suka sendiri.
Biasanya aku pergi berkunjung ke kost teman. Bercengkrama di sana, makan siang
sama-sama hingga menginap. Suatu hari aku tidak bisa melakukan itu karena
teman-temanku sibuk atau tidak ada di kost. Maka aku pun menyibukkan diri
sendiri supaya tidak bosan. Kesepian selalu bisa kunikmati dengan berbagai
aktifitas yang bisa menghiasi hari. Aku merasakannya begitu bahwa kesepian
selalu bisa untuk dinikmati. Ternyata tidak selalu begitu. Ada kesepian yang
bahkan tidak bisa dinikmati tapi sering disabari. Kesepian yang sebenarnya
mengikat hati. Membuat sering merindu, menggalau, kadang memberontak dan kadang
menyurut seperti pasrahnya air laut terhadap gravitasi. Saat jatuh cinta maka
orang-orang yang menyenangi kesunyian tidak bisa menikmati suasana yang
disenanginya. Sekedar membuat-buat alasan bahwa hari ini menggembirakan,
menahan perasaan agar semua baik-baik saja, hura-hura, and have fun. Di dalam hati kesepian seakan belati
yang menggores, menyayat atau menusuk. Namun betapa pun itu selalu bertahan
seperti tegarnya mentari yang tak lelah menjalankan titah Tuhan. Begitulah
posisi orang yang tidak bersungguh-sungguh yaitu berada di luar garis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar