Selasa, 06 Oktober 2015

Paa



                Seperti judul sebuah film. Hmm… Aku pernah menonton film itu. Tentang seorang anak yang pertumbuhannya sangat cepat sehingga saat berumur 7 tahun dia sudah tua. Film itu termasuk cerita mengharukan dari sekian banyak film haru biru Hollywood. Bicara hobi nih aku suka yang namanya menonton. Sebenarnya ngisi-ngisi waktu luang yang kelewatan waktu hehehe. Jadi film ini seru karena banyak hal yang bisa kita petik dari kedewasaan seorang anak berumur 7 tahun.  Ibunya seorang dokter jebolan luar negeri kalau tak salah nih dari Inggris yang sangat sangat mengasihinya. Kalau di dunia nyata ya seorang ibu pasti menerima apapun keadaan anaknya. Secara dalam kandungan 9 bulan 10 hari, dilahirkan, dibesarkan sampai menjadi seseorang yang seperti sekarang. Semua itu jasa dan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Mungkin di perputaran poros bumi ini ada keadaan yang tak sama. Kehidupan yang terus berlanjut. Get well soon.
                Aku tahu kalau dunia itu ibarat pohon yang bersemut. Pohon yang terus tunbuh dan berkembang dari tahun ke tahun sampai mencapai waktunya lapuk. Kemudian menyatu dengan tanah. Kita adalah semut yang memenuhi pohon. Banyak sekali semut di pohon. Ada puluhan, ribuan sampai jutaan semut yang berkeliaran saling menyapa saat berjumpa. Bahasa mengucapkan salam para semut. Perhatikan semut setiap bertemu maka kita akan menyaksikan kalau mereka saling menyapa. Itulah semut yang sangat kecil di atas pohon yang tak pernah berpindah tempat. Kita saja yang terkadang tak menyadarinya. Tenggelam dalam dunia yang melihat kita dari atas. Mungkin suatu hari akan berubah menjadi indah. Karena betapapun itu hidup dan kehidupan akan terus melaju ke depan.
                Ada hal unik dari orang-orang yang berlainan dari diri kita. Tuhan menciptakan kita untuk saling melengkapi satu sama lain. Adam diciptakan pertama kali oleh Tuhan. Lalu dia merasa kesepian di dalam surga yang penuh kenikmatan. Sungai-sungai mengalir di bawahnya. Banyak makanan dan buah-buahan. Surga itu tempat kembali yang paling menyenangkan. Tuhan menciptakan Hawa untuk menemani hidup Adam. Saat diturunkan ke bumi Adam pun bersama Hawa. Sketsa Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan di atas bumi ini. Contohnya Adam dan Hawa, Khadijah dan Rasulullah, Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra serta jutaan pasangan pelengkap bumi. Adapun kekasih Tuhan yang lain dilimpahkan anugerah. Tale as old as time true as it can be, beauty and the beast. Dunia tempat menggali lumbung garam di belantara samudera untuk dibekali saat mati ^^