Minggu, 22 Desember 2013


BESPREN;))

            Entah bagaimana aku memulai tulisan berbicara tentang sahabat. Sahabat adalah cara Tuhan untuk membuat kita tak merasa sendirian. Sahabat itu bahagia dengan kebahagiaan kita dan sedih dengan kesedihan kita. Saat orang lain mengatakan, ‘’Aku suka berteman denganmu karena kau hebat.’’ maka sahabat akan mengatakan, ‘’Aku suka berteman denganmu, aku hanya suka, itu saja.’’ Aku menganggap mereka sahabatku>.^ Kami berteman dari dulu, sejak kecil dan sampai sekarang. Meskipun sudah jarang kumpul bersama kecuali moment tertentu, namun bagiku persahabatan itu tak mengenal jarak. Meskipun sudah lama, cerita kami terukir sepanjang disebut itu masa sekolah tapi polong aku tak akan bosan membicarakanmu;)xD

            Tempat itu berada di tengah kebisingan kota. Katanya, MTsN Model adalah madrasah unggulan. Aku sudah tahu sekolah itu dari biodata Ozy. Benar, Ahmad Fauzi Adriansyah. Aku suka nonton Idola Cilik dan Ozy termasuk andalanku. Disini aku teringat masa sekolah, teringat teman-teman akrabku dan apa yang bisa kulakukan sewaktu sekolah. Aku teringat sering terlambat lalu dialfa atau dihukum. Kebiasaan itu sungguh sangat sulit aku perbaiki, haha.__.xD Aku teringat saat seorang teman akrabku, Eti mengatakan cita-citanya sewaktu SD, ‘’Aku ingin jadi pramugari.’’ lalu aku menimpali, ‘’Aku ingin jadi dokter.’’ Kemudian dia mengubah haluan, ‘’Aku ingin jadi suster.’’ lalu aku bilang, ‘’Aku ingin jadi guru.’’ Namun yang tak pernah aku sangka mengambil jurusan pendidikan Matematika. 

            Kalau ditanya mana yang lebih penting sahabat atau pacar. Wah, itu pertanyaan yang sulit haha>.^ Sebagian orang akan lebih mementingkan pacarnya dan sebagiannya lagi akan lebih mementingkan sahabatnya. Masing-masing pasti memiliki alasan sehingga orang yang bijaksana pasti tidak akan mempersalahkan. Sahabat atau pacar yang mana harus didahulukan, tergantung sich karena setiap orang memiliki persepsi tentang seberapa penting sahabat dan pacar dalam hidupnya. Yang harus diingat adalah tidak ada yang salah sekali atau benar sekali. Kalau aku antara haha>.^sulit tau kalau berpikir mana yang harus dipentingkan.__.xD Sahabat yang sebenarnya melengkapi harimu tapi pacar yang tulus mengisi kesepian hatimu. Pacar yang tulus membuatmu menangis rindu tapi sahabat yang sebenarnya membuatmu tertawa saat menangis. Tuch kan, jadi bingung kalau harus melupakan sahabat untuk pacar atau meninggalkan pacar untuk sahabat. Dindong, haha>.^ Wuich, sahabat yang sebenarnya akan memiliki rasa kasih padamu, lalu pacar yang tulus akan bisa bersahabat denganmu. Itu;)
                      

                                                  

                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar