BESPREN;))
Entah
bagaimana aku memulai tulisan berbicara tentang sahabat. Sahabat adalah cara
Tuhan untuk membuat kita tak merasa sendirian. Sahabat itu bahagia dengan
kebahagiaan kita dan sedih dengan kesedihan kita. Saat orang lain mengatakan,
‘’Aku suka berteman denganmu karena kau hebat.’’ maka sahabat akan mengatakan,
‘’Aku suka berteman denganmu, aku hanya suka, itu saja.’’ Aku menganggap mereka
sahabatku>.^ Kami berteman dari dulu, sejak kecil dan sampai sekarang.
Meskipun sudah jarang kumpul bersama kecuali moment tertentu, namun bagiku
persahabatan itu tak mengenal jarak. Meskipun sudah lama, cerita kami terukir
sepanjang disebut itu masa sekolah tapi polong
aku tak akan bosan membicarakanmu;)xD
Tempat itu berada di tengah kebisingan kota. Katanya,
MTsN Model adalah madrasah unggulan. Aku sudah tahu sekolah itu dari biodata
Ozy. Benar, Ahmad Fauzi Adriansyah. Aku suka nonton Idola Cilik dan Ozy
termasuk andalanku. Disini aku teringat masa sekolah, teringat teman-teman
akrabku dan apa yang bisa kulakukan sewaktu sekolah. Aku teringat sering
terlambat lalu dialfa atau dihukum. Kebiasaan itu sungguh sangat sulit aku
perbaiki, haha.__.xD Aku teringat saat seorang teman akrabku, Eti mengatakan
cita-citanya sewaktu SD, ‘’Aku ingin jadi pramugari.’’ lalu aku menimpali,
‘’Aku ingin jadi dokter.’’ Kemudian dia mengubah haluan, ‘’Aku ingin jadi
suster.’’ lalu aku bilang, ‘’Aku ingin jadi guru.’’ Namun yang tak pernah aku
sangka mengambil jurusan pendidikan Matematika.
Kalau ditanya mana yang lebih penting sahabat atau pacar.
Wah, itu pertanyaan yang sulit haha>.^ Sebagian orang akan lebih
mementingkan pacarnya dan sebagiannya lagi akan lebih mementingkan sahabatnya. Masing-masing
pasti memiliki alasan sehingga orang yang bijaksana pasti tidak akan
mempersalahkan. Sahabat atau pacar yang mana harus didahulukan, tergantung sich
karena setiap orang memiliki persepsi tentang seberapa penting sahabat dan
pacar dalam hidupnya. Yang harus diingat adalah tidak ada yang salah sekali
atau benar sekali. Kalau aku antara haha>.^sulit tau kalau berpikir mana
yang harus dipentingkan.__.xD Sahabat yang sebenarnya melengkapi harimu tapi
pacar yang tulus mengisi kesepian hatimu. Pacar yang tulus membuatmu menangis rindu
tapi sahabat yang sebenarnya membuatmu tertawa saat menangis. Tuch kan, jadi
bingung kalau harus melupakan sahabat untuk pacar atau meninggalkan pacar untuk
sahabat. Dindong, haha>.^ Wuich, sahabat yang sebenarnya akan memiliki rasa
kasih padamu, lalu pacar yang tulus akan bisa bersahabat denganmu. Itu;)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar